Menjelajahi Fortune Indonesia untuk Mencari Peluang Zero Waste Fashion di Pasar Fesyen Indonesia

 

design by canva.com

Awal bulan Oktober lalu saya mengikuti sebuah kursus menjahit secara online yang diadakan Aryani Creativity Nest, sebuah lembaga yang meriset konsep Zero Waste Fashion. Ini adalah kali ketiga saya mengikuti sebuah kegiatan online bertema Zero Waste Fashion

Abbey Jacket, materi yang saya terima saat itu. Sebuah baju berbentuk jas atau blazer. Sedangkan dua materi sebelumnya yang saya terima, yakni Lahore Top (blus) dan materi pemahaman mengenai Zero Waste Fashion.

Sejak mengenal kali pertama zero waste fashion, saya langsung tertarik dan membatin, “Inilah yang aku cari selama ini, bisa membuat sebuah baju hanya dengan pola kotak dan tak banyak menghasilkan kain perca.” 

Selama membuat baju dengan pola yang umumnya digunakan sering kali menyisakan cukup banyak sisa-sisa potongan kain yang pada akhirnya menjadi sebuah perca. Untuk mengolahnya pun membutuhkan kreativitas, mau dibuat apa perca-perca tersebut. Tak hanya itu, tenaga dan waktu pun dibutuhkan. Perca yang bertambah banyak dan menumpuk akan mempengaruhi suasana hati saat proses berkarya. 

Saya bersyukur dengan lahirnya konsep Zero Waste Fashion karena konsep ini bisa menimalisir perca yang menggunung jika tak diolah menjadi produk baru.


Zero Waste Fashion, Cara Berpikir yang Baru dalam Dunia Fesyen

Zero Waste Fashion adalah sebuah cara baru untuk membuat busana dengan menggunakan pola kotak dan metode puzzle. Konsep ini bertujuan untuk membuat baju yang tak meninggalkan sampah kain (perca) terlalu banyak, bahkan hampir nol limbah kain yang tersisa. Memang tak mudah membuatnya karena setiap model baju akan memiliki pola yang berbeda. Apalagi jika akan membuat model baru, butuh praktik yang tak hanya satu kali, berkali-kali sampai menemukan pola yang pas untuk sebuah baju. 

Seperti sebuah puzzle, pola zero waste tak memiliki ruang kosong. Setiap potongannya pas satu sama lain sehingga tak ada kain tersisa di antara potongan. Kain yang tersisa hanya dari potongan saat merapikan pinggiran kain, sangat sedikit sekali.

Bisa dibilang, konsep berpikir seperti ini bisa menjadi bagian dari Sustainable Fashion Movement

design by canva.com


Mempelajari Pasar Fesyen Indonesia melalui Fortune Indonesia

Baru-baru ini Fortune Indonesia, sebuah media yang membahas ekonomi dan bisnis melalui platform digital, majalah, dan konferensi telah meluncurkan daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia yang mampu bertahan dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Majalah Fortune Indonesia edisi kedua ini terbit pada pertengahan September lalu.  

Dari Fortune Indonesia, kita bisa mengetahui bagaimana kondisi ekonomi dan bisnis di Indonesia. Beberapa kali saya menjelajahi website Fortune Indonesia yang memiliki tujuh menu, yaitu market, business, finance, news, tech, sharia, dan luxury.

Saya juga menemukan artikel yang membahas industri fesyen di Indonesia. Ada tiga artikel yang menarik perhatian saya.


1.     Potensi Konsumsi Fesyen Muslim

Dalam artikel ini, Bank Indonesia (BI) telah memperkirakan konsumsi fesyen muslim akan terus meningkat pada tahun 2024. Saya jadi bertanya-tanya, apakah konsep Zero Waste Fashion bisa menjadi bagian dari konsumsi fesyen muslim. Setelah dipikir-pikir, saya rasa bisa saja karena beberapa model busana yang menggunakan konsep ini ada yang berlengan panjang dan longgar. Modelnya pun sangat unik dan tak pasaran.

 

2.       Dukungan Menparekaraf terhadap Industri Fesyen Muslim

Menparekraf siap mendukung kemajuan industri fesyen muslim Indonesia dengan berbagai program. Salah satu programnya adalah Modest Fashion Founders Fund, untuk mengembangkan kapasitas pendiri jenama modest fashion yang siap mendunia. Selain itu, ada Baparekraf Digital Enterpreneurship yang memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM di bidang fesyen.

  

3.       Fesyen yang Ramah Lingkungan

Sebuah artikel yang mengulas potensi sumber alam  di Kalimantan Tengah telah menjadi inspirasi bagi salah satu pemilik jenama yang bergerak di bidang fesyen. Mereka menghasilkan produk berupa tas, topi, keranjang, dan aksesori lain penunjang fesyen yang dibuat dari rotan.

Seperti konsep mereka yang mengedepankan ramah lingkungan, Zero Waste Fashion juga memiliki konsep yang sama, ramah lingkungan agar tak banyak limbah kain yang merusak lingkungan akibat perca yang tak diolah dengan baik.


design by canva.com


Komentar

  1. Setujuu banget karena emang yaa jaman sekarang kita mulai berpikir tentang lingkungan

    BalasHapus
  2. menarik nih konsep zero waste fashion

    BalasHapus
  3. Kok aku baru denger tenatng zero waste fashion ya? kudet nih :p. Anyway, makasih buat infonya ya mba :)

    BalasHapus
  4. Jadi misal zero waste fashion ini tren, masih bakal ada butik eksis nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kira masih ya karena salah satu dari Zero Waste Fashion ini dengan mengubah pola pembuatan busananya. Bisa dijadikan alternatif gaya berbusana.

      Hapus
  5. Keren banget ini zero waste fashion, saya baru dengar. Makasih infonya mbak

    BalasHapus
  6. Wah, baru tahu zero waste fesyen dengan tidak terlalu banyak menggunakan kain perca. Ini bisa jadi terobosan bagus dalam pelestarian lingkungan.

    BalasHapus
  7. iya, belum semua perancang busana menerapkan Zero Waste Fashion, mungkin butuh effort yang lebih untuk memikirkan rancangannya xD

    BalasHapus
  8. Zero waste fashion ini bertolak belakang dengan prinsip fast fashion ya mba? Lantas apa industri mode yang menerapkan fast fashion seperti H&M dan Zara akan menerapkan konsep zero waste fashion mba, mengingat pernyataannya mba di atas yang menyatakan bahwa konsep zwf adalah konsep yang berkelanjutan (suistainnable). Oh iya, salam kenal mba. Suka sama artikelnya :))

    BalasHapus
  9. Iya bener mbak fit, kemarin itu aku juga punya daster rombeng, biasanya untuk keset, kalau 1 pun gak masalah, tapi kalau banyak ya eman plus gak memanfaatkan bagian yang masih bagus. Akhirnya aku minta permak ke penjahit agak dibikin ulang untuk lap, selimut kucing, dll. Eeeh ini ngomongin apa sih aku ini malah curcol daster rombeng, maapkeun ya Mbak Fit, hehehe

    Anyway back to the topic. Kategori yang diberikan Fortune Indonesia lumayan lengkap kan ya, Mbak Fit. Media ekonomi dan bisnis terpercaya ya, Fortune Indonesia dunk

    BalasHapus
  10. Kereen, dibawa ke zero waste fashion. Makasih sharingnya mbak

    BalasHapus
  11. Aku baru tahu tentang zero waste fashion. Bagus sekali ini konsepnya. Bisa mengurangi sampah global. Industri fashion kan sedang marak saat ini

    BalasHapus

Posting Komentar