Barisan Kata Bersama Smock



Saat itu, saya masih mengenakan seragam putih abu-abu. Salah seorang guru Tata Busana memperkenalkan selembar kain berbentuk cekung dan cembung seperti gelombang, kepada semua muridnya. Kali pertama melihatnya, saya langsung terpikat dan mengaguminya. Kain tersebut terlihat sangat cantik. Saya pun mulai bertanya-tanya. Apa sih namanya? Bagaimana cara membuatnya?

Smock. Si cantik yang telah berhasil membuat saya penasaran akan dirinya. Bukan sehari atau dua hari saja rasa penasaran itu datang. Namun, sampai saya lulus kuliah, saya masih dibuat penasaran olehnya. 

Apa sih smock itu? 

Smock adalah suatu teknik hiasan--mengerutkan suatu bahan dengan menggunakan berbagai tusuk dan benang hias sehingga menghasilkan suatu bentuk hiasan yang cantik. 

Smock itu ada berapa macam? 

Dari buku Tas Smock yang ditulis Harry Sulistyo Pangestu Ningrum terbitan Tiara Aksa, smock ada tiga macam: 
1. Smock Inggris, smock yang dibuat dengan cara dikerut kecil-kecil (halus)
2. Smock Belanda, smock yang berbentuk kerut-kerut dan dikerjakan dengan teknik jelujur.
3. Smock Jepang, smock yang bentuknya gelembung atau cekungan. Smock ini yang sering saya pakai untuk hiasan tas atau sarung bantal. Smock dengan bentuk gelembung atau cekungan ini ada yang menyebutnya sebagai smock Kanada. 

Lalu adakah smock Indonesia?
Entahlah. Saya belum menemukannya.

Kali pertama praktik bikin smock itu bikin nyesek. Hasil jahitan smock-nya gak banget. Apa yang salah sih? Kenapa hasilnya gak sesuai harapan? Kenapa gak sesuai model yang seharusnya? Padahal sudah mengikuti alurnya. Sampai lepas dari seragam putih abu-abu, saya masih belum menemukan jawabannya dan berlalu begitu saja.

Sekali praktik jahit smock tidak membuat saya puas. Saya masih dibuat penasaran olehnya. Saya butuh praktik lagi. 

Tahun 2013, saya memantapkan hati mengikuti kursus smock di dekat rumah saya. Dan saya merasa cukup terpuaskan dan mulai mengerti dengan berbagai macam model smock dan alur jahitnya. 

Ada yang pernah bertanya, "Kalau mau bikin smock bisa di kain apa saja?"

Penggunaan jenis kain.
Kain apapun sesungguhnya bisa dijahit dengan teknik jahit smock. Bahan murah pun bisa tampil mewah dan tetap akan tampak indah dengan smock. Alangkah baiknya bila menggunakan bahan yang tidak mudah kusut. Untuk kain polos, sebelum dijahit smock, kain harus digambar garis (kotak) terlebih dahulu dengan ukuran tertentu. Hal ini bertujuan untuk membuat pola smock. Saat ini saya sudah mempunyai penggaris smock. Penggaris ini sangat membantu dalam pembuatan pola smock.

Sampai saat ini saya masih ketagihan bikin smock.

Smock ini bisa dibikin apa saja?

Tugas pertama saat kursus adalah membuat sarung bantal ukuran 40 x 40 cm. Smock yang saya gunakan adalah smock melati. Untuk tugas selanjutnya, saya mencoba membuat dompet. Lumayanlah untuk pemula. Hehe...

Selain sarung bantal dan dompet, saya pernah menggunakan smock untuk aplikasi di poncho (cape) dan outer (cardigan) sebagai tugas praktek di tempat kursus menjahit.

Awal tahun ini, saya mencobanya di tas dengan bahan selain satin. Dari dulu saya memang ingin membuat tas dengan smock. Namun, saya masih bingung pakai model smock yang mana? 

Saya teringat dengan tugas creative fabric di tempat kursus--aplikasi di poncho dulu. Saya pun menggunakan model anyaman pandan dengan bahan kain drill. Hasilnya membuat saya ingin mencobanya kembali. Model ini yang menjadikan Ays ada.

Ays. Anyaman smock. Lahir Februari 2017. ^_^

Sekian. Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan:
Tas Smock: Aneka Ragam Tas dan Dompet Cantik Berbalut Smock
Penulis: Harry Sulistyo Pangestu Ningrum
Penerbit: Tiara Aksa.

Kreasi Smock by Griya Fima Craft

Ays Sling Bag by Griya Fima Craft

Komentar