Review Novel Miss Bento

"Aku kan masih pemula. Masa' harus mengerjakan pesanan 100 buah Bento Box. Lagipula Tante Ita kan bisa memesan di tempat lain."

Dapur bukanlah bagian rumah yang sering dikunjungi Sakura. Selama ini, satu-satunya masakan yang bisa dia buat hanya satu, salad! Namun obrolannya dengan 'Pendekar Samurai' di dalam commuterline membuat Sakura bermetamorfosis menjadi sosok yang berbeda. Demi mewujudkan mimpinya mengunjungi negeri tempat asal bunga Sakura, didukung penuh oleh sahabatnya dan keluarganya, Sakura mulai merintis bisnis bento. Ada banyak cerita suka dan duka.

Pertengkaran dengan sahabatnya, misteri yang disimpan oleh kakak semata wayangnya, belum lagi percobaan membuat masakan yang gagal. Namun kehadiran sosok misterius Chef Hari membuat Sakura bisa melalui semua itu hingga akhirnya mendapat julukan Miss Bento.

Itu adalah sinopsis yang tertulis pada cover belakang novel Miss Bento karya Erlita, diterbitkan oleh Grasindo tahun 2013. Novel Miss Bento, salah satu novel favoritku yang bisa aku lahap sampai habis dalam waktu semalam karena aku sangat menikmati ceritanya. Aku suka dengan gaya bercerita mbak Erlita yang sederhana. Aku tidak perlu terlalu lama untuk mencerna kalimat-kalimat dalam novel. Saat kamu membuka novel ini, kamu akan disuguhkan berbagai resep, bagaimana membuat bento. Itulah yang menjadi nilai plus untuk novel ini. Hmmmm... jadi pengen nih, mencoba beberapa resepnya. Tapi, kapan ya? Karena memasak belum menjadi hobiku jadi entar saja dech kalau sudah bertemu dengan good mood. Hehehe...
Selain itu, ada beberapa ungkapan yang bisa membuatku terus berusaha untuk meraih impianku sendiri. 

"Kali pertama itu pasti sulit. Kali kedua dan selanjutnya, akan terasa mudah ..." (halaman 67)
"Tidak pernah ada awal yang mudah dalam hal apapun. Semuanya baru terasa mudah setelah semakin sering kamu melakukannya ..." (halaman 67)
"Practice makes perfect." (halaman 75)
"... Kali kedua, ketiga, dan selanjutnya akan terasa lebih mudah dibanding kali pertama." (halaman 76)
"... Lihatlah rintangan dan halangan sebagai peluang. Bukan sebagai tanda untuk berhenti melangkah." (halaman 141)

Novel setebal 192 halaman ini memiliki beberapa hal yang membuatkubertanya-tanya. Seperti yang tertulis di halaman 158.
...
"Aku mau batalkan saja pesanan tante Trie."
...
"Aku kan masih pemula ... Lagipula tante Ita kan bisa memesan di tempat lain."
...
Pada dialog itu, sebenarnya yang pesan bento itu siapa ya? Tante Trie atau tante Ita? Kalau di halaman 167 paragraf 2, tertulis:
Telepon pintarku berbunyi. Nama tante Trie muncul di layar ...
Itu terjadi saat Ayu akan mengantar pesanan bento. Nah, itu artinya tante Trie yang pesan bentonya. Menurutku sih begitu. Lalu apa hubungannya dengan tante Ita. Sampai review ini ditulis, aku belum menemukan jawabannya. Sepertinya harus ditanyakan langsung ke penulisnya. Mbak Erlita, bantu aku menemukan jawabannya. :)
Selain itu, ada juga ungkapan-ungkapan berbahasa Jepang yang belum kumengerti artinya.
"... ogenki desu ka?"
"Okage sama de genki desu. Sochira wa?"
"... watashi wa anata no aitakatta..."
Aku sudah mencoba untuk gugling tapi belum menemukannya. Yang tahu artinya kasih tahu, dong. Penasaran nih. Hehehe... 
Kalau yang ini,
"Aishiteru"
Aku tahulah. Hehehe...

Yeah... selesai juga menulis review Miss Bento. Setelah sekian lama menunda-nunda. Tapi, apakah tulisan ini bisa disebut sebagai review? Aku rasa ini hanyalah ceritaku setelah membaca novel Miss Bento.

Komentar

  1. Wahh makasih mbak.. kata2 motivasinya yg tertulis diatas cukup mengena, maklum kondisi lg low motiv ^^.. btw jd pengen baca bukunya. Hehehe
    yg ogenki deska itu kalo g salah maksudnya nanya kabar (genki = sehat; deska imbuhan utk kalimat tanya.. ogenki deska = sehatkah?) mungkin gitu mbak, hehehe
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehmmm gitu... Sip2... makasih sudah mampir ke rumah mayaku. Hehehe...
      sini, sini main ke rumah. Ta' pinjemin novelnya. :)

      Hapus

Posting Komentar