Kurangi Polusi Udara (Gas CO) dengan Sansevieria

Udara merupakan hal yang amat penting dalam kehidupan. Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan oleh pencemaran udara, yaitu keberadaan zat-zat yang semestinya bukan bagian dari komposisi atmosfer. Sebagian besar pencemaran udara yang terjadi pada saat ini adalah berasal dari transportasi, terutama kendaraan bermotor yang mengandung zat pencemar. Seperti gas CO, NOx, hidrokarbon(CH), SO2 dan tetra etil lead (TEL). Gas-gas tersebut akan meemberikan dampak yang berpengaruh bagi kesehatan manusia.

Ada sebuah solusi alternatif untuk mengatasi dan mengurangi polusi udara tersebut khususnya gas CO, yaitu dengan memanfaatkan tanaman lidah mertua (Sansevieria sp.) dengan menanamnya di sekitar lingkungan kita terutama di lingkungan yang padat kendaraan bermotor.

Sansevieria sp. atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi dengan sedikit air dan cahaya matahari. Dibanding tumbuhan lain, Sansevieria sp. memiliki keistimewaan dalam menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.

Sansevieria sp. dibagi menjadi dua jenis yaitu, jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Tanaman ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Dalam kondisi lembap atau basah, Sansevieria sp. bisa tumbuh subur. Warna daun Sansevieria sp. sangat beragam, mulai dari hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.

Keistimewaan lain lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Menurut penelitian NASA yang bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu mengurangi polusi udara.

Didukung pula dari hasil penelitian Widhowati dalam tugas akhirnya yang berjudul Analisa Kemampuan Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria sp.) dan Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) dalam Penurunan Konsentrasi gas CO, mengatakan bahwa tanaman lidah mertua memiliki kemampuan dalam penurunan konsentrasi gas CO dan mampu menyerap gas CO hingga 80%. Tanaman lidah mertua merupakan tanaman yang memiliki kemampuan terbesar dalam penurunan konsentrasi gas CO. Dengan luas daun 1083 cm2 dan tinggi mencapai 50 cm dapat menurunkan gas CO hingga 83,53%.

Dengan kemampuan yang dimiliki lidah mertua dalam menurunkan konsentrasi gas CO, maka dapat disimpulan bahwa tanaman tersebut mampu mengurangi polusi udara akibat aktivitas transportasi kendaraan bermotor.

Semoga apa yang telah diuraikan di atas dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Sumber:

Kastiyowati, Indah. Dampak dan Upaya Penanggulangan Pencemaran Udara. http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?mnorutisi=8&vnomor=7 diakses tanggal 3 Maret 2011.

Purwanto, Arie W. 2006. Sansevieria Flora Cantik Penyerap Racun. Yogyakarta: Kanisius.

Soedomo, Moestikahadi. 2001. Pencemaran Udara. Bandung: ITB.

Widhowati, Putri. 2008. Analisa Kemampuan Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria sp.) dan Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) dalam Penurunan Konsentrasi gas CO. Surabaya: ITS.

Komentar