HOMESCHOOLING PENDIDIKAN BERBASIS RUMAH SEBAGAI ALTERNATIF PENDIDIKAN DI INDONESIA

Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, berkembang pula dunia pendidikan. Kini telah muncul berbagai macam bentuk pendidikan. Perannya yang begitu vital dalam kehidupan, membuat para orang tua lebih selektif dalam memilih pendidikan yang cocok bagi anak-anak mereka.

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat berkembang dengan optimal dan merasa enjoy melalui masa pendidikannya, sehingga kelak akan menjadi generasi yang handal dan siap berkompetensi dalam persaingan global. Oleh karena itu, orang tua menempuh segala cara dan model pendidikan untuk mewujudkannya.

Sekolah tidak lagi menjadi wadah persiapan anak didik memasuki masyarakat dengan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan, melainkan menjadi wadah mendidik anak dengan pandangan dunia sesuai kebutuhan pemilik modal dan penguasa. Di sini yang dituntut adalah kemampuan baca, tulis, hitung bukan pengembangan karakter atau kepribadian anak.

Gambaran penerapan pendidikan semacam itu menyebabkan munculnya berbagai ide tentang sekolah yang menyenangkan sekaligus mencerdaskan anak, yang kemudian memunculkan berbagai pendidikan alternatif. Salah satu contoh pendidikan alternatif ini adalah Homeschooling.

Homeschooling dapat diartikan sebagai sekolah rumah yang dapat menjadi pilihan program pendidikan yang fleksibel dan sesuai dengan minat pendidikan anak. Mengingat setiap anak dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang istimewa serta kepandaian yang unik, homeschooling adalah cara yang terbaik untuk menghormati keistimewaan-keistimewaan tersebut. Pada pelaksanaannya, homeschooling dapat disesuaikan dengan gaya belajar, minat, kesiapan dan kecerdasan masing-masing anak.

Secara etimologis homeschooling adalah sekolah yang diadakan di rumah, namun secara hakiki homeschooling adalah sebuah sekolah alternatif yang menempatkan anak sebagai subyek dengan pendekatan pendidikan secara at home. Di mana orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak.

Homeschooling memiliki keunggulan-keunggulan, antara lain :

a. Membangun kemandirian dan kreativitas.

b. Memberi peluang untuk mencapai kompetensi semaksimal mungkin.

c. Memberi perlindungan terhadap anak didik dari berbagai bentuk dampak negatif akibat pergaulan salah.

d. Membantu anak lebih berkembang, dan bebas berpendapat, menolak, atau menyepakati nilai-nalia tertentu.

e. Memberi ruang luas kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan keagamaan dan rekreasi/olahraga kelurga.

Di dalam sistem pendidikan Indonesia, keberadaan homeschooling adalah legal. Keberadaan homeschooling telah diatur dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat (1) : “Keberadaan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”. Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disetarakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana yang dinyatakan pada UU No. 20/23, pasal 27 ayat (2) : “Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan”.

Ada beberapa alasan mengapa homeschooling menjadi sebuah alternatif, yaitu:

1. Interaksi orang tua dengan anak lebih intensif.

2. Anak menguasai kompetensi.

3. Kegiatan waktu belajar lebih luwes.

4. Kesempatan bersosialisasi meluas

5. Belajar dari pengalaman.

6. Pengawasan lebih efektif.

Homeschooling dapat menjadi pilihan pendidikan anak bagi para orang tua yang menginginkan anak-anak mereka dapat mengembangkan bakat dan kreativitasnya.

Diambil dari berbagai sumber.

Note: Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan. Saran dan kritik sangat diharapkan penulis guna perbaikan penulisan. Terima kasih. ^ _ ^

Komentar